Latest Entries »

JAMUR / FUNGI

Fungi dulu dikelompokkan sebagai tumbuhan. Dalam perkembangannya, fungi dipisahkan dari tumbuhan karena banyak hal yang berbeda. Fungi bukan autotrof seperti tumbuhan melainkan heterotrof sehingga lebih dekat ke hewan. Usaha menyatukan fungi dengan hewan pada golongan yang sama juga gagal karena fungi mencerna makanannya di luar tubuh (eksternal), tidak seperti hewan yang mencerna secara internal. Selain itu, sel-sel fungi berdinding sel yang tersusun dari kitin, tidak seperti sel hewan.

Ciri-ciri umum jamur :
– Sel jamur bersifat eukariotik (mempunyai selaput inti)
– Memiliki dinding sel yang mirip dengan dinding sel tumbuhan
– Bersifat heterotrof (tidak dapat mensintesis makanan sendiri)
– Tidak mengandung klorofil
– Bersifat kosmopolit yaitu dapat hidup semua tempat terutama tempat yang lembab

Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.

Struktur Tubuh

Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel, misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnyojamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.  

Gbr. Hifa yang membentuk miselium dan tubuh buah

Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.

Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat.

Berdasarkan bentuk sel dan struktur, jamur dibedakan

– Khamir (bersel tunggal)
– Kapang (berbentuk filamen)
– Cendawan (berfilamen dan membentuk tubuh buah)

Cara Makan dan Habitat Jamur

Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Untuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya.

Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.

 

  1. Parasit obligat

merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya,  sedangkan di luar inangnya tidak dapat hidup. Misalnya, Pneumonia carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS).

  1. Parasit fakultatif

adalah jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang  sesuai, tetapi bersifat saprofit jika tidak mendapatkan inang yang  cocok.

  1. Saprofit

merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang  mati. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah  mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar jamur  saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung  menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya.

Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.

Jamur berhabitat pada bermacam-macam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.
Pertumbuhan dan Reproduksi

Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler, tetapi adapula yang multiseluler. Apabila kondisi habitat sesuai, jamur memperbanyak diri dengan memproduksi sejumlah besar spora aseksual. Spora aseksual dapat terbawa air atau angin. Bila mendapatkan tempat yang cocok, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi jamur dewasa.

Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu. Singami terjadi dalam dua tahap, tahap pertama adalah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua adalah kariogami (peleburan inti). Setelah plasmogami terjadi, inti sel dari masing-masing induk bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion. Pasangan inti dalam sel dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Akhimya inti sel melebur membentuk sel diploid yang segera melakukan pembelahan meiosis.

 

Klasifikasi

Fungi / jamur diklasifikasikan menjadi 6 klasifilasi:

  • Zygomycota
  • Acsomycota
  • Basidiomycota
  • Deuteromycota
  • Mikoriza
  • Lumut Kerak

 

Habitat

Fungi hidup pada lingkungan yang beragam namun sebagian besar jamur hidup di tempat yang lembab. Habitat fungi berada di darat (terestrial) dan di tempat lembab. Meskipun demikian banyak pula fungi yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau di air tawar. Jamur juga dapat hidup di lingkungan yang asam.

Cara hidup

Fungi hidup menyerap zat organik dari lingkunganya. Berdasarkan cara memperoleh makannya, fungi mempunyai sifat sebagai berikut:

  • Saprofit
  • Parasit
  • Mutual

dan lain – lain

Peranan Jamur

Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut :

a. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi.

b. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom.

c. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju, roti, dan bir.

d. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.

e. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.

 

Di samping peranan yang menguntungkan, beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan, antara lain sebagai berikut :

a. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai.

b. Phythophthora inf’estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang.

c. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air.

d. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.

e. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia.

f. Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.

g. Pucinia graminis: Menyebabkan Infeksi Pada Biji-Bijian

h. Fusarium: Menyebabkan Daun Mengulung Pada Kentang dan Tomat

i. Aspergillus Flavus: Menimbulkan Penyakit yang menyerang tanaman jagung

 

 

 

 

JAMUR / FUNGI

Fungi dulu dikelompokkan sebagai tumbuhan. Dalam perkembangannya, fungi dipisahkan dari tumbuhan karena banyak hal yang berbeda. Fungi bukan autotrof seperti tumbuhan melainkan heterotrof sehingga lebih dekat ke hewan. Usaha menyatukan fungi dengan hewan pada golongan yang sama juga gagal karena fungi mencerna makanannya di luar tubuh (eksternal), tidak seperti hewan yang mencerna secara internal. Selain itu, sel-sel fungi berdinding sel yang tersusun dari kitin, tidak seperti sel hewan.

Ciri-ciri umum jamur :
– Sel jamur bersifat eukariotik (mempunyai selaput inti)
– Memiliki dinding sel yang mirip dengan dinding sel tumbuhan
– Bersifat heterotrof (tidak dapat mensintesis makanan sendiri)
– Tidak mengandung klorofil
– Bersifat kosmopolit yaitu dapat hidup semua tempat terutama tempat yang lembab

Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.

Struktur Tubuh

Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel, misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnyojamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.  

Gbr. Hifa yang membentuk miselium dan tubuh buah

Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma.

Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat.

Berdasarkan bentuk sel dan struktur, jamur dibedakan

– Khamir (bersel tunggal)
– Kapang (berbentuk filamen)
– Cendawan (berfilamen dan membentuk tubuh buah)

Cara Makan dan Habitat Jamur

Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Untuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya.

Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.

 

  1. Parasit obligat

merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya,  sedangkan di luar inangnya tidak dapat hidup. Misalnya, Pneumonia carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS).

  1. Parasit fakultatif

adalah jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang  sesuai, tetapi bersifat saprofit jika tidak mendapatkan inang yang  cocok.

  1. Saprofit

merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang  mati. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah  mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar jamur  saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung  menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya.

Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.

Jamur berhabitat pada bermacam-macam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.
Pertumbuhan dan Reproduksi

Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler, tetapi adapula yang multiseluler. Apabila kondisi habitat sesuai, jamur memperbanyak diri dengan memproduksi sejumlah besar spora aseksual. Spora aseksual dapat terbawa air atau angin. Bila mendapatkan tempat yang cocok, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi jamur dewasa.

Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu. Singami terjadi dalam dua tahap, tahap pertama adalah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua adalah kariogami (peleburan inti). Setelah plasmogami terjadi, inti sel dari masing-masing induk bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion. Pasangan inti dalam sel dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Akhimya inti sel melebur membentuk sel diploid yang segera melakukan pembelahan meiosis.

 

Klasifikasi

Fungi / jamur diklasifikasikan menjadi 6 klasifilasi:

  • Zygomycota
  • Acsomycota
  • Basidiomycota
  • Deuteromycota
  • Mikoriza
  • Lumut Kerak

 

Habitat

Fungi hidup pada lingkungan yang beragam namun sebagian besar jamur hidup di tempat yang lembab. Habitat fungi berada di darat (terestrial) dan di tempat lembab. Meskipun demikian banyak pula fungi yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau di air tawar. Jamur juga dapat hidup di lingkungan yang asam.

Cara hidup

Fungi hidup menyerap zat organik dari lingkunganya. Berdasarkan cara memperoleh makannya, fungi mempunyai sifat sebagai berikut:

  • Saprofit
  • Parasit
  • Mutual

dan lain – lain

Peranan Jamur

Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut :

a. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi.

b. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom.

c. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju, roti, dan bir.

d. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.

e. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.

 

Di samping peranan yang menguntungkan, beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan, antara lain sebagai berikut :

a. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai.

b. Phythophthora inf’estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang.

c. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air.

d. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.

e. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia.

f. Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.

g. Pucinia graminis: Menyebabkan Infeksi Pada Biji-Bijian

h. Fusarium: Menyebabkan Daun Mengulung Pada Kentang dan Tomat

i. Aspergillus Flavus: Menimbulkan Penyakit yang menyerang paru-paru

 

 

 

 

Virus

Rotavirus

Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).

 

Bagian2 virus:

1. Kepala, berisi materi genetik virus (DNA atau RNA). Bgian luarx diselubungi kapsid.

2. Kulit (selubung/kapsid), selubung brupa protein u/ melindungi materi genetik.

3. Isi tubuh yg sring dsebut virion adl bhn genetik (DNA atau RNA) yg merupakn pembwa sifat keturunan.

4. Ekor, sbg alat u/ menempelkn diri ke tubuh organisme yg diserangx. Ekor virus terdiri atas tabung bersumbt yg dilengkapi benang/serabut (serabut ekor). Dilindungi oleh selubung ekor.
Daur litik adalah cara virus bereproduksi dgn cara menginfeksi sel induk. Berbd dgn daur lisogenik yg tdk menghancurkn sel induk, pd daur ini, virus akn menghancurkn sel induk stelah melakukn reproduksi. Adapun prosesx yaitu:

-fase adsorpsi/infeksi:virus menempel n menginfeksi daerah reseptor di dinding sel organism

-fase penetrasi:materi genetik virus menyusup ke dlm sel inang n mengendalikn kerja sel

-fase sintesis:virus menggunkn materi genetik sel inang sbg bhn u/ mereplikasi materi genetik virus baru n mbntuk slubung protein

-fase perakitan:materi genetik baru hsl replikasi n slubung protein dirakit menjd virion2 yg siap menginfeksi sel lain

-fase lisis:fase pematangan virus2 yg bru. Stlah dewasa sel inang akn pecah sehingga virus2 baru bisa kluar n menginfeksi sel lain.

 

 

Struktur dan anatomi virus

Model skematik virus berkapsid heliks (virus mosaik tembakau): 1. asam nukleat (RNA), 2. kapsomer, 3. kapsid.

Virus merupakan organisme subselular yang karena ukurannya sangat kecil, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri sehingga virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri. Virus terkecil berdiameter hanya 20 nm (lebih kecil daripada ribosom), sedangkan virus terbesar sekalipun sukar dilihat dengan mikroskop cahaya.[4]

Asam nukleat genom virus dapat berupa DNA ataupun RNA. Genom virus dapat terdiri dari DNA untai ganda, DNA untai tunggal, RNA untai ganda, atau RNA untai tunggal. Selain itu, asam nukleat genom virus dapat berbentuk linear tunggal atau sirkuler. Jumlah gen virus bervariasi dari empat untuk yang terkecil sampai dengan beberapa ratus untuk yang terbesar.[4] Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal.

Bahan genetik virus diselubungi oleh suatu lapisan pelindung. Protein yang menjadi lapisan pelindung tersebut disebut kapsid. Bergantung pada tipe virusnya, kapsid bisa berbentuk bulat (sferik), heliks, polihedral, atau bentuk yang lebih kompleks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus. Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer.[4]

 

 

 

M terdiri dari kepala polihedral berisi asam nukleat dan ekor untuk menginfeksi inang.

Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikat langsung dengan genom virus. Misalnya, pada virus campak, setiap protein nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer. Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid. Pada virus campak, nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut. Bagian-bagian ini berfungsi dalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi.

Virus cacar air memiliki selubung virus.

Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan tidak terlalu berikatan dengan asam nukleat seperti virus heliks. Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometer hingga 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetri ikosahedral. Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik ditentukan dengan koefisien T, yaitu sekitar 60t protein. Sebagai contoh, virus hepatitis B memiliki angka T=4, butuh 240 protein untuk membentuk kapsid. Seperti virus bentuk heliks, kapsid sebagian jenis virus sferik dapat diselubungi lapisan lipid, namun biasanya protein kapsid sendiri langsung terlibat dalam penginfeksian sel.

Seperti yang telah dijelaskan pada virus campak, beberapa jenis virus memiliki unsur tambahan yang membantunya menginfeksi inang. Virus pada hewan memiliki selubung virus, yaitu membran menyelubungi kapsid. Selubung ini mengandung fosfolipid dan protein dari sel inang, tetapi juga mengandung protein dan glikoprotein yang berasal dari virus. Selain protein selubung dan protein kapsid, virus juga membawa beberapa molekul enzim di dalam kapsidnya. Ada pula beberapa jenis bakteriofag yang memiliki ekor protein yang melekat pada “kepala” kapsid. Serabut-serabut ekor tersebut digunakan oleh fag untuk menempel pada suatu bakteri. Partikel lengkap virus disebut virion. Virion berfungsi sebagai alat transportasi gen, sedangkan komponen selubung dan kapsid bertanggung jawab dalam mekanisme penginfeksian sel inang.

Parasitisme virus

Jika bakteriofag menginfeksikan genomnya ke dalam sel inang, maka virus hewan diselubungi oleh endositosis atau, jika terbungkus membran, menyatu dengan plasmalema inang dan melepaskan inti nukleoproteinnya ke dalam sel. Beberapa virus (misalnya virus polio), mempunyai tempat-tempat reseptor yang khas pada sel inangnya, yang memungkinkannya masuk. Setelah di dalam, biasanya genom tersebut mula-mula ditrskripsi oleh enzim inang tetapi kemudian biasanya enzim yang tersandi oleh virus akan mengambil alih.

Sintesis sel inang biasanya berhenti, genom virus bereplikasi dan kapsomer disintesis sebelum menjadi virion dewasa. Virus biasanya mengkode suatu enzim yang diproduksi terakhir, merobek plasma membran inang (tahap lisis) dan melepaskan keturunan infektif; atau dapat pula genom virus terintegrasi ke dalam kromsom inang dan bereplikasi bersamanya (provirus). Banyak genom eukariota mempunyai komponen provirus. Kadang-kadang hal ini mengakibatkan transformasi neoplastik sel melalui sintesis protein biasanya hanya diproduksi selama penggandaan virus. Virus tumor DNA mencakup adenovirus dan papavavirus; virus tumor DNA terbungkus dan mencakup beberapa retrovirus (contohnya virus sarkoma rous).

Reproduksi virus

Reproduksi virus secara umum terbagi menjadi 2 yaitu siklus litik dan siklus lisogenik

Proses-proses pada siklus litik

Proses-proses pada siklus lisogenik

Reduksi dari siklus litik ke provirus (dimana materi genetik virus dan sel inang bergabung), bakteri mengalami pembelahan biner dan provirus keluar dari kromosom bakteri.

Klasifikasi virus

Virus dapat diklasifikasi menurut kandungan jenis asam nukleatnya. Pada virus RNA, dapat berunting tunggal (umpamanya pikornavirus yang menyebabkan polio dan influenza) atau berunting ganda (misalnya revirus penyebab diare); demikian pula virus DNA (misalnya berunting tunggal oada fase φ × 174 dan parvorirus berunting ganda pada adenovirus, herpesvirus dan pokvirus). Virus RNA terdiri atas tiga jenis utama: virus RNA berunting positif (+), yang genomnya bertindak sebagai mRNA dalam sel inang dan bertindak sebagai cetakan untuk intermediat RNA unting minus (-); virus RNA berunting negatif (-) yang tidak dapat secara langsung bertindak sebagai mRNA, tetapi sebagai cetakan untuk sintesis mRNA melalui virion transkriptase; dan retrovirus, yang berunting + dan dapat bertindak sebagai mRNA, tetapi pada waktu infeksi segera bertindak sebagai cetakan sintesis DNA berunting ganda (segera berintegrasi ke dalam kromosom inang ) melalui suatu transkriptase balik yang terkandung atau tersandi. Setiap virus imunodefisiensi manusia (HIV) merupakan bagian dari subkelompok lentivirus dari kelompok retrovirus RNA. Virus ini merupakan penyebab AIDS pada manusia, menginfeksi setiap sel yang mengekspresikan tanda permukaan sel CD4, seperti pembentuk T-sel yang matang.

Contoh-contoh virus

HIV (Human Immunodeficiency Virus)

Termasuk salah satu retrovirus yang secara khusus menyerang sel darah putih (sel T). Retrovirus adalah virus ARN hewan yang mempunyai tahap ADN. Virus tersebut mempunyai suatu enzim, yaitu enzim transkriptase balik yang mengubah rantai tunggal ARN (sebagai cetakan) menjadi rantai ganda kopian ADN (cADN). Selanjutnya, cADN bergabung dengan ADN inang mengikuti replikasi ADN inang. Pada saat ADN inang mengalami replikasi, secara langsung ADN virus ikut mengalami replikasi.gilaa

Virus herpes

Virus herpes merupakan virus ADN dengan rantai ganda yang kemudian disalin menjadi mARN.

Virus influenza

Siklus replikasi virus influenza hampir sama dengan siklus replikasi virus herpes. Hanya saja, pada virus influenza materi genetiknya berupa rantai tunggal ARN yang kemudian mengalami replikasi menjadi mARN.

Paramyxovirus

Paramyxovirus adalah semacam virus ARN yang selanjutnya mengalami replikasi menjadi mARN. Paramyxovirus merupakan penyebab penyakit campak dan gondong.

Peranan Virus dalam Kehidupan

Beberapa virus ada yang dapat dimanfaatkan dalam rekombinasi genetika. Melalui terapi gen, gen jahat (penyebab infeksi) yang terdapat dalam virus diubah menjadi gen baik (penyembuh). Baru-baru ini David Sanders, seorang profesor ­biologi pada Purdue’s School of Science telah menemukan cara pemanfaatan virus dalam dunia kesehatan. Dalam temuannva yang dipublikasikan dalam Jurnal Virology, Edisi 15 Desember ­2002, David Sanders berhasil menjinakkan cangkang luar virus Ebola sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pembawa gen kepada sel yang sakit (paru-paru). Meskipun demikian, kebanyakan virus bersifat merugikan terhadap kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Virus sangat dikenal sebagai penyebab penyakit infeksi pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Sejauh ini tidak ada makhluk hidup yang tahan terhadap virus.

 

Tiap virus secara khusus menyerang sel-sel tertentu dari inangnya. Virus yang menyebabkan selesma menyerang saluran pernapasan, virus campak menginfeksi kulit, virus hepatitis menginfeksi hati, dan virus rabies menyerang sel-sel saraf. Begitu juga yang terjadi pada penyakit AIDS (acquired immune deficiency syndrome), yaitu suatu penyakit yang mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh penderita penyakit tersebut disebabkan oleh virus HIV yang secara khusus menyerang sel darah putih. Tabel berikut ini memuat beberapa macam penyakit yang disebabkan oleh virus.

Selain manusia, virus juga menyebabkan kesengsaraan bagi hewan dan tumbuhan. Tidak sedikit pula kerugian yang diderita peternak atau petani akibat ternaknya yang sakit atau hasil panennya yang berkurang.

Penyakit hewan akibat virus

Penyakit tetelo, yakni jenis penyakit yang menyerang bangsa unggas, terutama ayam. Penyebabnya adalah new castle disease virus (NCDV). Penyakit kuku dan mulut, yakni jenis penyakit yang menyerang ternak sapi dan kerbau. Penyakit kanker pada ayam oleh rous sarcoma virus (RSV). Penyakit rabies, yakni jenis penyakit yang menyerang anjing, kucing, dan monyet. Penyebabnya adalah virus rabies.

Penyakit tumbuhan akibat virus

Penyakit mosaik, yakni jenis penyakit yang menyerang tanaman tembakau. Penyebabnya adalah tobacco mosaic virus (TMV) Penyakit tungro, yakni jenis penyakit yang menyerang tanaman padi. Penyebabnya adalah virus Tungro. Penyakit degenerasi pembuluh tapis pada jeruk. Penyebabnya adalah virus citrus vein phloem degeneration (CVPD).

Penyakit manusia akibat virus

Contoh paling umum dari penyakit yang disebabkan oleh virus adalah pilek (yang bisa saja disebabkan oleh satu atau beberapa virus sekaligus), cacar, AIDS (yang disebabkan virus HIV), dan demam herpes (yang disebabkan virus herpes simpleks). Kanker leher rahim juga diduga disebabkan sebagian oleh papilomavirus (yang menyebabkan papiloma, atau kutil), yang memperlihatkan contoh kasus pada manusia yang memperlihatkan hubungan antara kanker dan agen-agen infektan. Juga ada beberapa kontroversi mengenai apakah virus borna, yang sebelumnya diduga sebagai penyebab penyakit saraf pada kuda, juga bertanggung jawab kepada penyakit psikiatris pada manusia.

Potensi virus untuk menyebabkan wabah pada manusia menimbulkan kekhawatiran penggunaan virus sebagai senjata biologis. Kecurigaan meningkat seiring dengan ditemukannya cara penciptaan varian virus baru di laboratorium.

Kekhawatiran juga terjadi terhadap penyebaran kembali virus sejenis cacar, yang telah menyebabkan wabah terbesar dalam sejarah manusia, dan mampu menyebabkan kepunahan suatu bangsa. Beberapa suku bangsa Indian telah punah akibat wabah, terutama penyakit cacar, yang dibawa oleh kolonis Eropa. Meskipun sebenarnya diragukan dalam jumlah pastinya, diyakini kematian telah terjadi dalam jumlah besar. Penyakit ini secara tidak langsung telah membantu dominasi bangsa Eropa di dunia baru Amerika.

 

 

 

 

 

Salah satu virus yang dianggap paling berbahaya adalah filovirus. Grup Filovirus terdiri atas Marburg, pertama kali ditemukan tahun 1967 di Marburg, Jerman, dan ebola. Filovirus adalah virus berbentuk panjang seperti cacing, yang dalam jumlah besar tampak seperti sepiring mi. Pada April 2005, virus Marburg menarik perhatian pers dengan terjadinya penyebaran di Angola. Sejak Oktober 2004 hingga 2005, kejadian ini menjadi epidemi terburuk di dalam kehidupan manusia.

Diagnosis di laboratorium

Deteksi, isolasi, hingga analisis suatu virus biasanya melewati proses yang sulit dan mahal. Karena itu, penelitian penyakit akibat virus membutuhkan fasilitas besar dan mahal, termasuk juga peralatan yang mahal dan tenaga ahli dari berbagai bidang, misalnya teknisi, ahli biologi molekular, dan ahli virus. Biasanya proses ini dilakukan oleh lembaga kenegaraan atau dilakukan secara kerjasama dengan bangsa lain melalui lembaga dunia seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pencegahan dan pengobatan

Karena biasanya memanipulasi mekanisme sel induknya untuk bereproduksi, virus sangat sulit untuk dibunuh. Metode pengobatan sejauh ini yang dianggap paling efektif adalah vaksinasi, untuk merangsang kekebalan alami tubuh terhadap proses infeksi, dan obat-obatan yang mengatasi gejala akibat infeksi virus.

Penyembuhan penyakit akibat infeksi virus biasanya disalah-antisipasikan dengan penggunaan antibiotik, yang sama sekali tidak mempunyai pengaruh terhadap kehidupan virus. Efek samping penggunaan antibiotik adalah resistansi bakteri terhadap antibiotik. Karena itulah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah suatu penyakit disebabkan oleh bakteri atau virus.

 

Keanekaragaman hayati

KEANEKARAGAMAN HAYATI

Keanekaragaman hayati  adalah keseluruhan variasi berupa bentuk, penampilan, jumlah dan sifat yang ditemukan pada mahluk hidup. Setiap mahluk hidup memiliki cirri dan tempat hidup yang berbeda. Melalui pengamatan kita dapat membedakan jenis-jenis mahluk hidup. Pembedaan mahluk hidup dapat dibuat berdasarkan bentuk, ukuran, warna, tempat hidup, tingkah laku, cara berkembang biak dan jenis makanan. Keanekaragaman ini sering disebut dengan keanekaragaman hayati/ biodiversitas, sedangkan keanekaragaman dalam satu spesies disebut variasi. Pembedaan keanekaragaman hayati disebabkan oleh factor biotik atau abiotik. Perbedaan udara, cuaca, tanah, kandungan air dan intensitas cahaya matahari menyebabkan adanya perbedaan hewan dan tumbuhan yang hidup.  Pada umumnya pola distribusi penyebaran tumbuhan dan hewan di kendalikan oleh faktor abiotik, perubahan faktor abiotik menyebabkan organisme berkembang biak dan melakukan spesialisasi.

A.      Tingkat keanekaragaman hayati

Keanekaragaman hayati di tandai dengan adanya mahluk hidup yang beraneka ragam. Keanekaragaman mahluk hidup dapat di lihat dari adanya berbagai variasi dari mahluk hidup. Tingkar keanekaragaman hayati dibagi menjadi 3, yaitu :

a.    Keanekargaman tingkat ekosistem

b.    Keanekargaman tingkat spesies / jenis

c.     Keanekargaman tingkat gen

* Keanekargaman tingkat ekosistem

Mahluk hidup selalu berinteraksi dengan lingkunganya baik lingkungan biotik maupun abiotik, bentuk interaksi tersebut yang sering kita kenal dengan ekosistem. Keanekaragaman ekosistem adalah keanekaragaman yang yang dapat ditemukan di antara ekosistem. Lingkungan abiotik sangat mempengaruhi keberadaan jenis dan jumlah komponen biotik. Wilayah dengan kondisi berbeda mengandung komposisi mahluk hidup yang berbeda juga. Kondisi lingkungan tempat hidup sangat beragam. Keberagaman tersebut yang dapat menghasilkan mahluk hidup yang berbeda pula. Hal ini dapat terbentuk karena adanya penyesuaian sifat-sifat keturunan secara genetik dengan lingkungan tempat hidupnya. Sebagai komponen biotik, mahluk hidup yang dapat bertahan hidup dalam suatu ekosistem adalah mahluk hidup yang dapat berinteraksi dengan lingkunganya, baik komponen biotik maupun abiotiknya. Jika susunan komponen biotik maupun abiotiknya berubah, bentuk interaksi akan berubah sehingga ekosistem yang dihasilkanya juga berubah. Perubahan ekosistem tersebut dapat menyebabkan bertambahnya keberagaman ekosistem. Oleh karena itu, suatu tipe ekosistem dapat terdiri atas susunan mahluk hidup dan unsure-unsur lingkungan yang khas.

Interaksi biotik : interaksi antara mahluk hidup (dalam satu spesies/antar spesies) yang membentuk suatu komunitas.

Interaksi biotik-abiotik : interaksi organism dengan lingkngan fisik (suhu, cahaya) dan lingkungan kimiawi (air, mineral,derajat keasaman, salinitas,) yang membentuk ekosistem.

Interaksi antara mahluk hidup dengan lingkunganya membentuk Ekosistem.

Keanekaragaman hayati+keanekaragaman kondisi lingkungan = Keanekaragaman Ekosistem.

Contoh ekosistem :  padang rumput, pantai, sungai ,air laut, hutan hujan tropik, danau, persawahan, gurun pasir.

Keanekaragaman hayati di Indonesia

  1. EKOSISTEM HUTAN BAKAU
  2. EKOSISTEM HUTAN HUJAN TROPIK
  3. EKOSISTEM PADANG RUMPUT
  4. EKOSISTEM SAWAH
  5. EKOSISTEM AIR LAUT
  6. EKOSISTEM AIR TAWAR

Ekosistem sawah

Ekosistem hutan

**   Keanekargaman tingkat spesies / jenis

Kita mengenal mahluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliknya. Misalnya melalui pengamatan ciri morfalogi, habitat, cara berkembang biak, jenis makanan, tingkah laku, dan beberapa ciri-ciri yang lain. Melalui ciri-ciri tersebut kita dapat membedakan tumbuhan dan hewan, jenis tumbuhan yang satu dengan yang lain, atau jenis hewan yang satu dengan hewan yang lain.

Singa                                                                                      Kuda nil

Lumba-lumba                                                                      Kambing

Keanekaragaman spesises adalah keanekaragaman yang ditemukan di antara mahluk hidup yang berbeda jenis, baik yang termasuk dalam satu famili maupun tidak. . Contoh : FAMILI : Palmae kelapa, lontar, aren, siwalan, pinang, palem dll.

*** Keanekargaman tingkat gen

Gen  adalah faktor pembawa sifat yang terdapat dalam kromosom yang berada dalam inti sel. Gen terdapat di lokus gen pada kromosom atau di dalam inti sel setiap mahluk hidup. Setiap mahluk hidup dapat memiliki kerangka dasar gen yang sama, akan tetapi susunan perangkat gen masing-masing berbeda bergantung pada pada tetua yang menurunkanya. Setiap susunan gen akan membentuk penampilan (sifat fenotipe), makanya setiap individu yang terdapat dalam satu jenis dan satu keturunan dapat memiliki ciri dan sifat yang berbeda. Missal : perbedaan warna kulit, bentuk hidung, bentuk bibir, atau bentuk rambut. Fenotipe adalah perpaduan genotipe dengan lingkungan yang menghasilkan sifat yang tampak dari luar. Sedangkan Genotipe adalah Sifat-sifat yang di tentukan oleh gen yang tidak tampak dari luar. Contoh : rasa pada buah, kebal pada penyakit dll.

Keanekaragaman gen adalah keanekaragaman yang dapat ditemukan di antara organisme dalam satu spesies.

+

Faktor lingkungan dapat memberi pengaruh terhadap kemunculan ciri atau sifat suatu individu. Misalnya dua individu yang memiliki perangkat gen yang sama, akan tetapi hidup di lingkungan yang berbeda maka kedua individu tersebut dapat memunculkan ciri dan sifat perangkat gen yang berbeda. Sebaliknya juga dapat terjadi, dua individu yang memiliki perangkat gen yang berbeda akan tetapi hidup di lingkungan yang sama, maka dapat pula memunculkan ciri dan sifat yang hamper sama. Keadaan demikian dapat diketahui bahwa dalam spesies yang sama terjadi keanekaragaman susunan gen sehingga memnunculkan variasi antar individu. Karena banyaknya kemungkinan susunan pada setiap individu menyebabkan tidak adanya individu yang benar-benar sama baik fisik maupun nonfisik. Variasi adalah perbedaan yang terdapat pada individu dalam satu spesies. Sedangkan Varietas adalah satu individu dalam suatu spesies yang bervariasi.

Perbedaan gen antar individu dalam spesies menimbulkan keanekaragaman individu, keanekaragaman individu memunculkan varietas.

Sifat individu ditentukan oleh gen. faktor genotipe yang berinteraksi dengan faktor lingkungan memunculkan sifat yang tampak atau fenotipe.

B.      Manfaat keanekaragaman hayati

Hamper sepertiga keanekaragaman mahluk hidup dunia terdapat di Indonesia, untuk itulah kita perlu mempelajari dan memelihara keanekaragaman hayati. Berikut ini beberapa manfaat dari keanekaragaman hayati :

1.       Manfaat dari segi ekonomi

Jenis hewan dan tumbuhan dapat di perbarui dan di manfaatkan secara berkelanjutan. Beberapa jenis kayu memiliki manfaat bagi kepentingan masyarakat Indonesia maupun untuk kepentingan ekspor. Jenis kayu yang di ekspor yaitu : kayu ramin, gaharu, meranti, jati yang jika di ekspor akan menghasilkan devisa bagi Negara. Beberapa tumbuhan juga dapat dijadikan sumber makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin serta dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan dan kosmetika. Sumber daya yang berasal dari hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan dan kegiatan industri.

Ramin                                                                    Meranti                                                   Gaharu

Jati

Dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan yang dapat dijadikan sumber daya alam yang bernilai ekonomi. Laut sungai, dan tambak merupakan sumber-sumber perikanan yang berpotensi ekonomi. Beberapa jenis diantaranya di gunakan sebagai sumber bahan makanan yang mengandung protein.

Terumbu karang                                                     Perairan laut

Perairan laut                                                         Perairan sungai                         Tambak

2.       Manfaat dari segi wisata dan ilmu pengetahuan

Kekayaan flora dan fauna sudah sejak lama dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, hingga saat ini masih banyak hewan dan tumbuhan yang belum di pelajari dan diketahui manfaatnya. Keadaan ini masih dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan pengetahuan dan penelitian di berbagai bidang pengetahuan. Missal penelitian mengenai sumber makanan dan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan. Umumnya seara langsung manusia menjadikan hewan sebagai obyek wisata atau hiburan.

Kebun raya bogor

3.       Manfaat dari segi sosial dan budaya

Masyarakat Indonesia ada yang menetap di wilayah pegunungan, dataran rendah maupun dekat dengan wilayah perairan. Mereka terbiasa menyatu dengan keadaan lingkungan sekitarnya. Masyarakat yang hidup berdekatan dengan laut, sungai, dan hutan memiliki aturan tertentu dalam upaya memanfaatkan tumbuhan dan hewan. Mereka tidak mengambil sumber daya secara sembarang, masyarakat memiliki kepercayaan tersendiri mengenai alam. Mereka juga memiliki cara dan upacara adat masing-masing.

Adat 7 bulanan                                      Adat Jateng                                  Adat NTB

Adat Sunda

C.      Usaha pelestarian keanekaragaman hayati

Dalam upaya menjaga kelestarian sumber daya hayati agar tidak punah adalah dengan menjaga keutuhan lingkungan tempat hidup mahluk hidup. Karena akan sia-sia jika kita hanya melestarikan mahluk hidup tetapi di sisi lingkungan dan habitat mengalami kerusakan. Oleh karena lingkungan merupakan pendukung kehidupan setiap mahluk hidup. Jika sebagian besar masyarakat Indonesia melakukan akitvitas eksploitasi sumber daya hayati secara terus menerus tanpa di imbangi dengan usaha pelestarian, maka dalam waktu yang relative singkat sumber daya hayati akan punah. Pelaku sumber daya hayati terdiri daru pemeringtah dan seluruh komponen masyarakat.

1.    Cagar Alam

Cagar alam adalah kawasan perlindungan alam yang memiliki tumbuhan, hewan, dan ekosistem yang khas sehingga perlu di lindungi. Perkembangan dan pertumbuhan hewan dan tumbuhan berlangsung secara alami, sesuai dengan fungsinya cagar alam dapat di manfaatkan untuk penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan obyek wisata.cagar alam terdiri dari dua, yaitu cagar alam darat dan cagar alam laut.

Cagar Alam Darat

Cagar Alam Laut

2.    Suaka Margasatwa

Suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang memiliki ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan satwa, dan untuk kelangsungan hidup satwa dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. Suaka margasatwa ada dua jenis, yaitu suaka margasatwa darat dan suaka margasatwa laut.

Suaka margasatwa darat                                                                    Suaka margasatwa laut

3.    Taman Nasional

Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki ekosistem asli yang di kelola dengan system zonasi. Taman nasional dapat di manfaatkan untuk tujuan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, dan wisata. Taman nasional merupakan wilayah yang sangat luas dan tidak boleh dihuni oleh penduduk. Ada dua jenis taman nasional yaitu taman nasional darat dan taman nasional laut.

Taman nasional darat

Taman nasional laut

anak zaman sekarang sudah banyak terpengaruh dunia pergaulan dan dunia elektronika. pada hal ini saya menghimbau agar orang tua sering meninjau kepada anak-anaknya agar sering melihat dan mengontrol apa yang mereka lakukan pada waktu ke warnet.

laoratorium IPA di seiap intaansi maupun sekolah-sekolah harus ada dan harus ada perawatan,karena alat dan bahan harus di jaga agar tidak rusak.

Susunan dan Fungsi

Sistem Peredaran Darah

Darah

Banyaknya darah seseorang tergantung dari berat tubuh atau  ukuran badannya. Kita semua membutuhkan darah untuk  mempertahankan kesehatan. Pada kenyataannya, susunan atau komposisi darah dapat mencerminkan tingkat kesehatan seseorang.  Oleh karena itu, pemeriksaan darah merupakan salah satu bagian  penting dari pemeriksaan kesehatan   seseorang.   Hasil   pemeriksaan   tersebut mencerminkan  banyak hal tentang  keadaan kesehatan seseorang. Darah merupakan suatu jaringan yang terdiri dari bermacam-macam sel dan cairan, seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 4.4. Darah mempunyai banyak fungsi penting dalam setiap kegiatan tubuh. Fungsi tersebut mirip dengan sistem lalu lintas di kotamu. Darah memasok bahan-bahan yang diperlukan sel-sel   yang bekerja sama membangun tubuhmu. Tubuhmu tersusun dari berjuta-juta sel. Masing-masing sel seperti pabrik kecil yang harus dipasok dengan zat kimia tertentu dan mengeluarkan zat sisa yang harus dibuang. Sistem pemasokan dan pengantaran di dalam tubuh disebut  sistem peredaran darah (transportasi).  Sistem peredaran  darah  terdiri atas sistem kardiovaskular atau sistem sirkulasi dan sistem getah bening atau sistem limfa.

Bagian-bagian Darah

Darah merupakan jaringan yang tersusun atas plasma, sel darah merah, sel darah putih, dan keping-keping darah. Kurang lebih 55% bagian dari darah adalah plasma.

Plasma

Plasma  adalah bagian cair darah dan  sebagian besar tersusun oleh air.

Sel Darah Merah

Walaupun   bagian cair darah mengangkut sari-sari makanan dan menyalurkan tekanan darah ke seluruh pembuluh, kamu tidak dapat hidup tanpa adanya sel-sel darah dalam cairan tersebut. Jenis sel yang paling banyak dalam darah adalah sel darah  merah. Satu millimeter kubik   darah, kurang lebih sekitar satu tetes, terdiri dari lima juta lebih sel darah merah. Fungsi utama sel darah merah adalah mengangkut oksigen dari paru-paru  ke sel-sel seluruh tubuh. Sel-sel darah merah dibentuk di dalam sumsum tulang. Pertama kali dibentuk, sel darah merah mempunyai inti sel seperti sel-sel lain,  namun dalam perkembangannya pada sumsum tulang  , sel terisi oleh hemoglobin dan inti sel menyusut   dan  kemudian   lenyap.   Akibatnya, sel darah merah dewasa, tidak mempunyai inti sel. Sel-sel darah merah dapat hidup sampai 120 hari.

Hemoglobin

Kamu telah mengetahui adanya karat pada kaleng bekas.  Karat adalah suatu besi-oksida, yang terbentuk bilamana zat besi berikatan dengan oksigen. Sel darah merah mengandung  hemoglobin,   suatu pigmen merah yang mengandung zat besi. Ketika darah   melewati paru-paru, oksigen   terikat pada zat besi pada hemoglobin sel darah merah. Kemudian sel darah merah bergerak ke tempat lain dimana  hemoglobin  akan  melepaskan  oksigen           dan selanjutnya  berdifusi  ke  dalam  sel.       Sel-sel  tubuh menggunakan oksigen   untuk menghasilkan energi   dari sari-sari makanan seperti karbohidrat, lemak dan protein. Karbondioksida sebagai hasil samping dari proses di atas akan berdifusi   ke dalam  darah. Sel-sel darah merah dan plasma membawa karbon dioksida, pertama menuju jantung kemudian dipompa  ke paru-paru.  Di  sanalah karbon dioksida berdifusi ke alveolus dan kemudian dihembuskan ke luar melalui pernapasan.

Sel-sel Darah Putih

Berbeda dengan sel darah merah, pada satu millimeter kubik darah hanya terdapat lima sampai  sepuluh ribu sel- sel darah putih. Artinya, setiap lima ratus sel darah merahmu hanya ditemukan  sebuah sel darah putih. Jumlahnya amat berbeda. Apakah fungsi kedua sel tersebut juga berbeda?

Sel-sel darah putih  seperti pada Gambar 4.6 bertugas memerangi bakteri, virus dan   bahan-bahan asing yang masuk  ke dalam tubuh. Badanmu menanggapi adanya infeksi dengan  meningkatkan jumlah sel-sel darah putih. Pada bagian selanjutnya kamu akan memahami bagaimana sel-sel darah putih menghancurkan bakteri, virus dan bahan- bahan asing lain yang masuk ke dalam tubuh.

Keping-Keping Darah

Pada Gambar 4.7 kamu bisa melihat bentuk sel darah lain yang tipis, kecil, bentuk tidak teratur, disebut keping- keping darah. Keping-keping darah hanya mampu hidup antara 5 sampai  9 hari saja. Walaupun masa hidup amat pendek, keping-keping  darah berperan penting dalam proses penutupan luka dan  pemulihannya,  sehingga tubuhmu bebas dari penyakit. Pendarahan bisa berhenti karena ada kegiatan keping- keping darah dalam darahmu. Keping-keping darah adalah bagian-bagian sel atau fragmen-fragmen sel yang dapat menghentikan aliran darah dari pembuluh darah yang pecah. Bila kamu terluka , kapiler-kapiler darah banyak yang

terbuka. Darah akan mengalir ke luar dari  pembuluh dan menuju  kulit, seperti air yang mengalir  waktu kamu menyirami halaman rumahmu. Keping-keping darah dalam tubuhmu bekerja mencegah  pendarahan  yang serius. Bagaimana cara keping darah menghentikan pendarahan? Perhatikan Gambar 4.8. menjelaskan bagaimana pembuluh darah yang robek atau rusak ditutup kembali. Proses ini disebut clotting. Cobalah ceritakan kembali bagaimana peristiwa itu terjadi dengan kalimatmu sendiri.

Alat-alat peredaran darah

Sistem kardiovaskular

Sistem  sirkulasimu  tersusun dari jantung, pembuluh darah,  dan darah. Darah mengirim materi-materi yang dibutuhkan  tubuh, seperti oksigen, air, dan zat makanan. Darah juga  mengangkut zat-zat buangan sel, seperti gas karbondioksida  untuk  dikeluarkan dari tubuh. Kardiovaskular berasal dari  kata cardio berarti jantung dan vascular berarti pembuluh darah. Sistem ini terdiri dari jantung, darah,  dan pembuluh darah yang panjangnya berkilo-kilometer untuk membawa darah ke setiap bagian tubuh. Sistem ini merupakan  sistem tertutup. Bagaimana bagian-bagian sistem ini bekerja? Secara garis besar sistem kardiovaskular pada manusia dapat dilihat pada Gambar 4.9.